SmgmMPcj7P3P6Iq3b9lFutQl5bwb5f2X0nL3ktD5

Cari Blog Ini

Game Zona1 - Komunikasi Produktif #Day1

Komunikasi produktif day 1 kelas bunda sayang ibu profesional


Bismillaah

Senang sekali setelah lulus dari Matrikulasi batch 8 saya bisa langsung lanjut ke Kelas Bunda Sayang. Ini kalau di perkuliahan nyata ceritanya kami sudah masuk semester baru.

Uniknya, perkuliahan di Ibu Profesional ini dikemas sangat menarik. Konsepnya masih sama seperti di Kelas Matrikulasi, belajar sambil bermain. Malah sepertinya di Bunda Sayang jauh lebih seru.

Saat ini kami sudah sampai di Pulau Cahaya tapi masih di pinggiran pantainya sih, tepatnya di Pantai Bentang Petualang. Tapi eits, jangan salah. Meski baru di pinggiran pantai, petualangan sudah dimulai. Ada 12 zona petualangan di Pantai ini yang harus kami taklukkan.

Nah, zona pertama di Pantai Bentang Petualang adalah "Komunikasi Produktif". Di zona ini, kami para sobatualang diberi tantangan selama 15 hari untuk 'Ngobrol Asyik ala Komunikasi Produktif" bersama anggota keluarga baik pasangan, anak, orang tua maupun saudara.

Sebelumnya KakaWI Putri dan KakaWI Tika sudah menyampaikan materi tentang komunikasi produktif, sudah adakan sesi BinTang (Bincang Tantangan) juga. Kini, saatnya mempraktikkan materi yang sudah diberikan.

Tantangan 15 Hari #Zona1 #Day1

Temuan hari ini

Sebenarnya sepanjang hari ini banyak temuan yang saya dapatkan. Setiap hari memang banyak drama yang terjadi di rumah, hehe. Mulai dari drama anak sulit makan, menangis minta nenen, belum lagi kalau si Kakak tantrum, belum lagi kalau adiknya ikut nangis, maa syaa Allaah.

Namun dari sekian banyak drama yang terjadi sepanjang hari, baru pas menjelang tidur malam ini saya lancar mempraktikkan Ngobrol Asyik Ala Komprod dengan Si Kakak.

Oya si Kakak umurnya baru mau masuk 25 bulan tanggal 4 besok. Dan meski sudah injak 2 tahun, bicaranya belum lancar. Untungnya dia sudah mengerti beberapa instruksi sederhana dan sudah pintar juga bilang pipis (tapi bilangnya nggak pake s).

Saya sendiri mulai TT si Kakak awal Agustus kemarin. Hasilnya, alhamdulillaah sekarang dia sudah pintar pipis di kamar mandi. Kalau mau buang air kecil dia akan bilang "pipi" dan saya atau ayahnya akan mengantarnya ke kamar mandi.

Senangnya, dua hari terakhir ini kalau mau buang air kecil dia nggak bilang lagi tapi langsung buka celana pergi ke kamar mandi sendiri. Setelah pipis baru dia akan teriak mama ... mama. (Seharusnya panggil Bunda sih ini, sudah diajari juga, nggak tahu kenapa sampai sekarang dia masih nggak mau panggil Bunda😅)

Nah, sebelum tidur tadi dia sebenarnya sudah mau ke kamar mandi tapi batal. Saya suruh ke belakang duluan, dia menolak. Baru saya kemudian ingat, lampu area dapur dan kamar mandi sudah saya matikan, pantes😄

Saya tinggalkan sebentar adiknya di ruang tengah lalu mengantar kakak buang air kecil. 

"Pipisnya cepat ya Kak, kasihan adek nunggu sendiri di luar" kata saya.

Sekalinya sudah pipis eh si kakak nggak mau beranjak dari kamar mandi. Dia maunya main air. 

"Ayo kakak, jangan lama-lama. Adek nunggu " si Kakak diam saja. Saya mulai gemas. 

"Ayoo" ajak saya dengan gerakan tangan memanggil. Si kakak ini memang doyan main air. 

Kemarin-kemarin kalau kakak main air saya selalu bujuk dia keluar kamar mandi dengan cara memaksa. Nah, kali ini saya ingin mempraktikkan teori komunikasi produktif yang sudah saya pelajari. 

Membujuk kakak keluar dari kamar mandi tanpa nada emosi dan tanpa harus memaksanya.

"Nanti kakak kalau mau main air, besok saja ya. Sekarang kan sudah malam, waktunya bobok" ujar saya dengan nada seramah mungkin.

Kakak masih bergeming. Di sini saya berusaha mengingat jurus komunikasi produktif apa yang tepat agar bisa membujuk kakak berhenti main air.

Ahaa. Fokus pada solusi, bukan masalah. Baiklah.

"Ayoo, kakak pilih mau tetap di kamar mandi atau ikut Bunda keluar?" Tidak ada respon

"Bunda keluar duluan ya, lampunya Bunda matikan. Da daa..."

Dibilangi seperti itu kakak langsung meraih tangan saya.

"Maa syaa Allaah. Pintar anaknya Bunda, udah mau nurut" Saya tersenyum lalu memujinya, tak lupa saya juga beri kecupan di pipinya 

Tantangan yang dihadapi

Tantangan yang saya hadapi dari temuan hari ini adalah saya harus bisa membujuk kakak keluar secepat mungkin dari kamar mandi tanpa dipaksa. Saya harus mencari cara agar kakak mau berhenti main air atas keinginannya sendiri karena kalau dipaksa dia pasti menangis.

Selain itu saya juga harus bisa tetap bersikap tenang dan mengendalikan intonasi. Tidak boleh mengeluarkan emosi negatif seperti  marah atau jengkel saat membujuk.

Poin Komunikasi Produktif Hari Ini

Hari ini saya belajar menerapkan beberapa poin penting komunikasi produktif terhadap anak, diantaranya :

KISS (Keep Information Short & Simple)

Saya berusaha menggunakan kalimat yang pendek, tidak bertele-tele saat membujuk kakak. Meski si kakak belum bisa menanggapi tapi saya yakin dia sudah mengerti apa yang saya katakan. Apalagi ucapan saya diikuti gerakan tangan agar dia mudah mengerti.

Kendalikan intonasi

Saat membujuk saya berusaha mengendalikan intonasi. Tidak mengeluarkan kata-kata dengan suara yang keras tapi lembut dan seramah mungkin.

Fokus pada Solusi

Sambil membujuk saya berusaha tetap fokus pada solusi agar si kakak mau berhenti main air.  Solusi yang saya dapatkan adalah dengan memberikan pilihan bukan perintah.

Memberikan Pilihan

Pilihan yang saya tawarkan pada kakak adalah mau ikut bunda atau tetap di kamar mandi. Kalau tidak mau ikut, bunda akan keluar dan lampu dimatikan.(Sengaja saya bilang mau matikan lampu karena kakak takut gelap)

Memberikan Pujian

Yeay karena kakak mau menuruti kata bunda, bunda kasih pujian sekaligus kecupan. Sambil meraih tangannya kami sama-sama keluar kamar mandi dan menemui adik yang menunggu sendiri di luar. 

Oya Ayah lagi nggak ada di rumah saat temuan ini berlangsung. Si Ayah sebenarnya sudah pulang kerja bakda maghrib tapi pergi lagi main badminton selepas Isya. 

Ini jadi alasan kenapa tantangan hari pertama di Zona 1 saya pilih ngobrol ala Komprod-nya dengan anak. Praktik Komprod dengan suami nanti saja-lah kalau ada waktu luang atau pas weekend.

Rencana untuk Esok Hari

Saya masih ingin melanjutkan komunikasi produktif dengan kakak, terutama mengaplikasikannya saat kakak tantrum. 

Bintang untuk hari ini

Awalnya saya merasa tantangan di zona 1 lumayan berat, mengingat selama ini  saya masih belum pandai berkomunikasi dengan baik dengan anggota keluarga.

Setelah dicoba? Waah. Tantangan untuk mempraktikkan Komunikasi Produktif khususnya pada anak ternyata tidak sesulit yang saya kira. Malahan seru dan menyenangkan. Bikin saya nggak sabar untuk main game selanjutnya.

Eh tapi ini masih hari pertama. Masih ada 14 hari ke depan untuk yang harus saya dan para sobatualang hadapi untuk memenangkan game di zona 1. Yah semoga saja kami bisa konsisten dan semangat hingga akhir.

Berhubung saya merasa masih butuh perbaikan dalam berkomunikasi produktif dengan anak jadi untuk hari ini saya mengapresiasi diri saya dengan


⭐⭐


Oke, sampai jumpa di #Zona1 #Day2

Siska Dian Wahyunita
IP Sulawesi

#harike-1
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Related Posts
Lebih baru Terlama

Related Posts

Posting Komentar