SmgmMPcj7P3P6Iq3b9lFutQl5bwb5f2X0nL3ktD5

Cari Blog Ini

Game Zona1 Komunikasi Produktif #Day5

Bismillaah

Senangnya lihat perkembangan adik Fath. Di usia menjelang 9 bulan ini dia sudah lincah merangkak ke sana kemari. Saking lincahnya semua ruangan di rumah minimalis kami, mulai dari ruang depan hingga kamar mandi sudah dia datangi dengan menggunakan lutut dan telapak tangan.

Bahkan kalau pintu gerbang depan nggak ditutup dia bisa dengan gesit nyosor keluar. Beda banget dengan kakaknya yang waktu usia 8 bulan masih anteng di tempat. Saat itu jangankan merangkak, merayap dan bangun dari tidurnya saja belum bisa.

Ini bukan bermaksud saya mau banding-bandingkan ya. Saya tahu kok setiap anak punya tumbuh kembang masing-masing. Ada yang cepat ada yang lambat.

Tumbang anak terlambat pun menurut saya pribadi sebenarnya bukan masalah yang perlu orang tua khawatirkan selagi masih dalam rentang batas normal. 

Namun saya mahfum, para orang tua apalagi yang belum punya pengalaman mengasuh anak atau baru dikarunia momongan pasti mudah dilanda rasa khawatir. Itu wajar tapi  sebaiknya jangan sampai berlebihan. Saya bisa bilang gini karena sudah punya pengalaman. Oke ini sekadar intermezo saja ya


Temuan Hari Ini

Sejak si adik lincah bergerak, kakak mulai tertarik mengajaknya bermain. Biasanya saat sibuk dengan urusan negara saya akan membiarkan kakak main dengan adiknya di dalam rumah sambil tetap saya awasi dari balik dapur.

Namun tadi kakak mau main di luar rumah dan dia ingin mengajak adiknya. Saya tidak melarang dia main di halaman depan rumah.

"Kakak boleh main di luar tapi pintunya bunda tutup ya"

"No no" maksudnya jangan. Si kakak nggak mau pintunya ditutup.

"Kalau pintunya terbuka nanti adik keluar. Boleh ya bunda tutup pintunya" 

Si kakak masih bersikeras membiarkan pintu dalam keadaan terbuka. Kalau saya paksa  pasti tangisannya akan pecah atau bisa jadi dia tantrum. 

Baiklah. Saya biarkan dia main di luar dengan adiknya yang sudah duduk manis di depan pintu. Karena sementara masak, saya kembali ke dapur sambil sesekali intip posisi adiknya. Masih duduk di depan pintu. Ok, aman.

Namun saat saya balik ke ruang depan eh adiknya sudah di luar, duduk di samping kakaknya. Mereka main tanah.

Ya ampun, segera saya bawa masuk adiknya. Kakak langsung nangis.

Perlahan saya pahamkan kakak dengan kondisi adek yang belum bisa main di luar dengan kalimat sesederhana mungkin.

Tak lama tangisannya reda, malah si kakak sendiri yang tutup pintu. Lalu dia dan adiknya lanjut bermain di dalam rumah. Maa syaa Allaah.


Tantangan yang dihadapi

Mengawasi kakak dan adek bermain saat saya sementara sibuk di dapur (ini sebenarnya sudah jadi tantangan sehari-hari juga sih)

Berusaha memahamkan kakak bahwa adiknya belum bisa main di luar apalagi tanpa pengawasan (karena bunda juga sementara kerja di dapur) yang tidak sampai membuat anak menangis hingga berujung tantrum


Poin Komunikasi Produktif  

Kakak akhirnya mau masuk ke rumah, menutup pintu dan lanjut bermain dengan adiknya setelah

Memberikannya pilihan

Menggunakan kalimat sederhana

Tidak meninggikan suara


Rencana Esok Hari

Mengawasi kakak dan adik saat bermain bersama. Barangkali ada temuan baru yang saya dapatkan di situ.


Bintang Hari Ini

⭐⭐⭐


Siska Dian Wahyunita
IP Sulawesi 

#harike-5
#tantangan15hari 
#zona1komprod 
#pantaibentangpetualang #institutibuprofesional 
#petualangbahagia
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar